Semoga bermanfaat bagi semuanya.
Saya aziz shalam akbar ingin berbagi pengalaman saya untuk para driver dan costumer yang menjadi raja.
Singkat cerita saya pernah menjalankan usaha dan saya ingin menjadi pekerja lepas (freelance). Saya bergabung dengan ojek online yang bernama si item. Sistem di ojek online ini memang terlalu afgan (sadis) tapi seiring berjalannya waktu ternyata banyak yang tidak tahu kalau di si item itu bisa menghasilkan uang lebih dari kita mainmain sendiri. Saya mengalami bagaimana rasanya harus meladeni raja (costumer) yang hanya mementingkan keadaan diri sendiri dan tidak perduli betapa sulitnya hidup di tengah jalan, menjemput dengan cepat dan cekatan, tak perduli nyasar dan resiko yang lainnya. Costumer yang baik dapat mencitrakan bagaimana prilaku ia di lingkungan dan keluarga. Di suatu hari saya mendapatkan seorang costumer yang ingin pergi ke kampus, ia seoarang ibuibu kisaran kepala 3 yang ingin melakukan perkuliahan disore hari. Ketika ditanya mau melintasi jalur yang mana, ia menjawab terserah, lewat jalan raya yang biasa saja ngga macet kok. Seketika sampai dijalan raya ia bilang kepada saya mas bisa di percepat (dalam keadaan macet) saya bilang iya bu di usahakan. 2menit kemudian ibunya bertanya mas kenapa lewat jalan yang macet (dalam keadaan macet) saya menjawab iya bu masih diusahakan. Menjelang jalan ingin lancar ibu itu bertanya kembali mas masih macet. Saya hanya bisa menghela nafas dan berkata ibu kan tadi saya sudah tanya mau lewat jalan mana dan saya turuti. Ibu ingin lewat jalan pintas pun saya bisa, tetapi saya menuruti kemauan ibu, karena ibu costumer dan saya driver. Ibu yang punya hak memilih dan saya mengikuti beberapa kali saya bertanya sama ibu tetapi saya dihiraukan. Saya mencoba me